7 Larangan saat Umroh Bagi Jamaah Laki-laki dan Perempuan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat umroh. Setelah mengetahui larangan khusus pria dan khusus wanita saat umroh. Pada kesempatan ini mari kita membahas Larangan untuk keduanya atau bisa dibilang larangan secara umum saat umroh. Semoga dengan ini diharapkan sahabat umroh bisa mendapat kemabruran umroh kelak.  Penting bagi kita mengetahui tentang apa itu saja yang menjadi larangan saat menunaikan ibadah umroh . Hal ini bertujuan untuk mengingatkan bagi yang telah mengetahuinya, dan yang belum tahu bisa mendapat wawasan baru.

Jadi berikut ini ulasan menyangkut larangan-larangan saat menunaikan ibadah umroh:

Oh iya, sekedar mengingatkan bagi sahabat yang akan mendaftar umroh, silahkan daftar di travel umroh resmi memiliki izin dari kemenag. Di sana beragam jenis paket perjalanan umroh, yang nantinya sahabat bisa pilih, selain paket umroh regular, sahabat umroh juga bisa memilih paket umrah plus turki, contohnya. Jadi untuk daftar umrah, Anda bisa daftar umroh plus turki , umroh plus singapura, umroh plus palestina bagi yang ingin sambil jalan-jalan. Kemudian ada paket umroh Ramadan, dan paket umroh spesial lain.

Larangan sewaktu umrah bagi jamaah Pria dan Wanita :

Menggunakan wangi-wangian.

Dilarang baik mereka yang mempergunakan wewangian atau minyak wangi sewaktu sudah tidak berniat ihram. Apapun varian parfumnya, baik  tersebut yang melekat pada pakaian. Akan tetapi, ada sejumlah pendapat dari para ulama yang meyatakan bahwa minyak wangi pencuci pakaian juga tergolong dalam wewangian sehingga ini juga tergolong dalam larangan.

Hindari pemakaian minyak angin atau balsam sewaktu sudah melaksanakan ihram. Karena, dari keduanya tersebut berbadan dua aromatheraphy atau wangi-wangian tamabahan menyerupai bau mint atau eucalyptus (kayu putih). Minyak rambut pun enggak diizinkan. Lantaran pada umumnya minyak rambut juga berbadan dua minyak wangi.

Bagi jamaah cowok yang emang pengen mempergunakan minyak wangi atau wewangian, Kamu bisa mempergunakannya sewaktu mandi sunnah sebelum niat umrah. Akan tetapi, minyak wangi yang dipakai enggak berbadan dua alkohol dan digunakan di kulit.

Menggunting Kuku

Larangan yang berikutnya tersebut ialah memotong atau menggunting kuku. Inilah kenapa kita tersebut disarankan untuk mempelajari tata cara penyelenggaraan umrah sehingga kita bisa melakukan antisipasi sebelumnya dan bisa merapikan kuku-kuku kita sebelum berihram.

Mencukur atau mencabut Rambut di Badan

Enggak diizinkan mencukur atau mencabut rambut di badan, tergolong didalamnya tersebut rambut di kepala, kulit wajah dan kemaluan. Kita perlu berhati-hati terhadap larangan-larangan ini karena biasa kita tanpa sengaja mencabut rambut akibat menggaruk-garuk, mengkuncir rambut, mengusap-usap kepala dan hal-hal lainnya yang bisa mengakibatkan kita wajib menunaikan dam, sedekah atau fidyah.

Memburu atau Menghabisi nyawa Binatang.

Sudah tidak sesuai dalam firman Allah pada surat Al-Maidah ayat 95 yang melarang kita para jamaah yang ingin melaksanakan umrah menangkap hewan buruan sewaktu berihram. Barangkali pada sewaktu ini budaya memburu binatang sudah lagi setenar terdahulu sewaktu jaman Rasulullah SAW. Bila dulu tersebut, para sahabat yang ingin melaksanakan umrah pada umumnya melakukan perjalanan berhari-hari karena keterbatasan transportasi. Dan memburu binatang binatang tersebut dilakukan untuk persediaan bahan makanan sepanjang perjalanan.

Merusak Tanaman.

Merusak tanaan atau pohon merupakan bagian yang enggak diizinkan untuk dilakukan sewaktu umrah. Walaupun cuma memetik bunga atau dedaunan yang terdapat diperjalanan sewaktu bakalan menuju ke Baitullah.

Bercumbu dan Berkaitan Suami Istri.

Sehabis berihram, bagi pasangan suami istri diharuskan untuk senantiasa menjaga jarak dan menjaga ihramnya dengan enggak melakukan korelasi suami istri walau pasangan yang halal. Bercumbu pun juga termauk di dalamnya dan hal-hal lain yang bersifat tersebut bisa memunculkan syahwat diantara keduanya.

Melamar, Menikah atau Menikahkan.

Untuk larangan yang satu ini niscaya bakalan terdengar ganjil. Akan tetapi, menyerupai yang sudah disampaikan pada sebelumnya, zaman dulu tersebut, perjalanan umrah belum ada yang namanya transportasi menyerupai yang terdapat kini ini, sehingga menciptakan para jamaah mesti mengahabiskan waktu lama. Dimana ada aja suatu kemungkinan untuk melakukan khitbah, menikah atau menikahkan seseorang.

Demikianlah deskripsi singkat terkait tentang larangan-larangan sewaktu melaksanakan ibadah umrah, baik bagi cowok ataupun wanita-wanita sewaktu sedang melakukan ibadah umrah yang bermula semenjak mengatakan niat dan dalam kondisi ihram.